MLS dan EPL Akan Gelar Turnamen Tahunan

icc

Major League Soccer, acara sepakbola profesional di Amerika Serikat, telah mengadakan pembicaraan dengan Liga Premier guna mengorganisir sebuah turnamen yang melibatkan sejumlah tim Amerika dan Inggris.

Di musimnya yang ke-20, MLS telah mengalami pertumbuhan popularitas selama beberapa musim terakhir karena keberhasilan tim nasional Amerika dan ditingkatkannya kesepakatan dengan berbagai TV termasuk Sbobet sebagai situs judi bola online terbesar di seluruh dunia.

Komisaris Don Garber percaya popularitas di sepak bola juga tumbuh di Amerika ketika tim-tim seperti Manchester United, Chelsea dan Liverpool menyeberangi Atlantik untuk melakukan tur pra-musim.

Selama dua tahun terakhir ketiga klub itu telah berpartisipasi di International Champions Cup, sebuah turnamen persahabatan tahunan yang disponsori oleh Bir Guinness, tetapi Garber berharap untuk membuat kompetisi itu lebih formal dan lebih kompetitif di mana ada sejumlah tim Inggris ikut bersaing.

“Kami telah berbicara ke Liga Premier perihal melakukan semacam kompetisi resmi bukan seperti saat ini di mana lawan hanya datang secara acak bermain di turnamen yang berlangsung setiap musim panas,” kata Garber.

Premier League mengatakan pembicaraan secara umum telah terjadi, tetapi format dari turnamen itu belum dibahas.

Mimpi Garber adalah untuk mengadu tim-tim papan atas di Amerika terhadap mitra asing mereka setiap musim panas.

“Saya akan senang untuk menemukan cara mempertemukan juara piala kami dan juara liga kami terhadap

Piala FA dan juara liga Inggris di sebuah turnamen dan bermain di New York City setiap tahun,” katanya.

“Jika tidak setiap tahun, maka setiap empat tahun-lah.”

“Konsep Super Cup melibatkan MLS, apakah itu satu dengan Meksiko atau satu dengan beberapa liga lainnya, akan hebat.”

“Dan bertahun-tahun yang lalu hal diselenggarakan sebelum MLS itu ada. Itu disebut Piala Toyota. Itu terjadi di seluruh dunia.”

Dia menambahkan: “Secara keseluruhan tidak ada keraguan bahwa ada peluang bagi MLS dan Liga Premier untuk bekerja sama lebih erat di kedua turnamen atau beberapa jenis aktivitas, tapi baru sebatas itulah.”

Dalam tahun-tahun mendatang, pemenang kompetisi besar lainnya dari seluruh Eropa bisa saja ikut serta dalam turnamen tersebut.

“Anda memiliki masalah kalender, tapi tidak ada alasan mengapa hal itu tidak bisa terjadi,” kata Garber.

Pengaruh Inggris di sepak bola Amerika bukanlah hal yang baru, tentu saja.

David Beckham mengubah profil MLS menjadi jauh lebih populer ketika ia menandatangani untuk Los Angeles Galaxy pada tahun 2007. Garber berharap popularitas liga meroket lagi ketika tim bentukan David Beckham di Miami mewujud.

Beckham telah menghabiskan lebih dari satu tahun mencoba untuk menemukan kandang untuk franchise-nya di Florida City. Setelah protes dari warga setempat, Beckham terpaksa membatalkan rencana untuk membangun stadion di pusat kota Miami dan malah memilih lokasi di sebelah stadion bisbol Miami Marlins.

Komisaris MLS berharap akan ada nama-nama yang lebih besar akan berbondong-bondong datang ke Amerika Serikat setelah tim Beckham berjalan.

“Saya percaya bahwa hal itulah yang David akan lakukan,” katanya.

“Itulah yang memotivasi dia untuk menjadi bagian dari kelompok kepemilikan MLS. Dia mengatakan pemain menelepon dia sepanjang waktu.”

Selama tur Amerika Manchester United baru-baru ini, Wayne Rooney mengatakan ia akan mempertimbangkan bermain di MLS menuju tahap terakhir dari karirnya.Tidak mengherankan, bahwa itu terdengar merdu untuk telinga Garber.

“Saya sangat senang mendengar itu,” katanya.

Debut Punggawa Baru Bayern Puaskan Guardiola

vidal

Debut Punggawa baru Bayern Munchen, Arturo Vidal dan Douglas Costa pada pekan pertama Bundesliga berjalan sempurna. Bayern meraih kemenangan telak sehingga pelatih Josep “Pep” Guardiola puas atas penampilan mereka.

Bayern membuka musim yang baru dengan menang 5-0 atas Hamburg SV di Stadion Allianz Arena, Jumat malam atau Sabtu (15/8/2015). Cuma mencetak satu gol pada babak pertama lewat kepala Medhi Benatia, Bayern tampil lebih agresif pada babak kedua dan bisa menambah empat gol melalui Robert Lewandowski, Costa, dan Thomas Muller yang mencetak brace.

“Pada babak pertama kami kesulitan mencetak gol karena Hamburg bermain dengan 6 pemain bertahan. Namun, pada babak kedua, kami mengubah permainan dan tampil lebih baik sehingga mampu mencetak empat gol tambahan,” ujar Guardiola seusai pertandingan seperti dilansir dari situs judi poker resmi klub.

“Saya juga puas melihat performa Vidal dan Costa pada debutnya. Mereka punya kualitas dan pengalaman yang akan membantu Bayern kembali berprestasi,” tutur pelatih asal Spanyol itu memuji dua pemain barunya.

Guardiola juga menilai keberhasilan menang telak pada laga pembuka Bundesliga itu menunjukkan Bayern tetap punya rasa lapar meski telah mendapatkan banyak gelar dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu juga diakui perlu dipertahankan baik di liga domestik ataupun kompetisi Internasional.

Sementara itu kiper legendaris Jerman dan Bayern Muenchen, Sepp Maier memberikan penyataan yang cukup mengejutkan. Ia memprediksi Arturo Vidal akan sering menerima kartu merah bersama Bayern.

Kualitas Vidal sebagai gelandang tidak perlu dipertanyakan lagi. Sebelum bergabung dengan Bayern, Vidal telah menjadi sosok penting di lini tengah Juventus dalam empat musim terakhir. Mempunyai gaya bermain yang agresif dan sedikit tergolong kasar dianggap bisa merugikan sang pemain dan Bayern.

“Vidal akan mendapatkan kartu merah lebih banyak dibandingkan Schweinsteiger,” ujar Maier kepada Bild.

Terlepas dari gaya bermain yang agresif dan kasar, Maier menilai Vidal tetap dibutuhkan Bayern. “Sebuah tim membutuhkan pemain yang mau melakukan ‘pekerjaan kotor’ dan melakukan pelanggaran. Jika sebuah tim ingin mengejar banyak gelar, sosok seperti Vidal amat dibutuhkan,” tutur Maier.

Bacca Laris Manis di Bursa Transfer

?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Penyerang milik Sevilla yang saat ini sedang menjalani tugas negara di Copa America 2015, Carlos Bacca nampaknya sangat laris di pasar transfer musim panas ini. Hal itu terbukti setelah muncul satu lagi klub peminat pemain berpaspor Kolombia tersebut, yakni AS Roma.

Penampilan striker Kolombia tersebut bersama Sevilla sepanjang musim kompetisi 2014-2015 memang tak perlu diragukan lagi. Dirinya mampu membawa klub berjuluk Los Nervionenses mempertahankan gelar Europa League musim ini.

Untuk urusan menggedor gawang lawan pun Bacca sukses menorehkan prestasi apik. Terhitung, dari 56 kali tampi di atas lapangan, eks bomber Club Brugge itu telah sukses membobol jala lawan sebanyak 28 kali pada musim keduanya.

Kondisi tersebutlah yang membuat nama Bacca menjelma menjadi komoditas panas di bursa transfer judi bola kali ini. Dengan berbagai klub top eropa yang meminati jasanya , sebut saja Manchester United, AC Milan, Liverpool, dan tentunya Roma sebagai peminat utamanya.

Bahkan untuk nama terakhir, ketertarikan mereka terhadap sosok Bacca dilontarkan langsung oleh Walter Sabatini yang menjabat sebagai Direktur Olahraga Il Lupi. Walter berharap Bacca berada di skuat AS Roma musim depan.

Striker Sevilla tersebut terkenal sebagai pemain yang memiliki kecepatan luar biasa, dan juga memilih insting seorang pencetak gol dan skill mumpuni yang lainnya, dirasa sangat kompeten jika dia mengisi lini depan klub top eropa.

Klub yang paling dekat dengan Bacca adalah Liverpool. Dikabarkan juga Liverpool siap menebus buy-out clausalnya sebesar 30juta Euro. Namun direktur olah raga Sevilla, Monchi mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima satu tawaran pun terkait Carlos Bacca, termasuk dari Liverpool dan AS Roma.

“Kami belum menerima tawaran resmi untuk Bacca. Kami tidak sedang bernegosiasi terkait transfer pemain-pemain penting kami.

“Saya bukan cenayang tapi saat ini tidak banyak striker papan atas sedang dilego di bursa transfer. Bacca memiliki rata-rata 24.5 gol, di mana 21 gol ia cetak di musim perdananya di sini dan 28 gol di musim kedua.” terang Monchi pada sevillafc.es yang dikutip Sky Sports.

Juve Tidak Ingin Pemainnya Pergi

buffon2

Juventus tampaknya tidak ingin para pemain pilarnya meninggalkan klub musim depan nanti.

Kiper utama Juve, Gianluigi Buffon menyatakan kepada situs resmi Juventus bahwa dia tidak ingin pergi dari Juventus Stadium dalam waktu dekat. Ia masih punya harapan yang ingin dia raih bersama Bianconeri. Kiper internasional Italia itu pun masih ingin berkarier bersama Bianconeri sampai tiga tahun ke depan.Laporan terbaru Ibcbet online dalam situs mereka .

Buffon yang kini berusia 37 tahun sudah dua kali menembus final Liga Champions. Tapi dua-duanya tak pernah berakhir dengan kemenangan.
Hingga kini, gelar Liga Champions masih menjadi titel yang belum pernah didapat oleh Buffon. Gelar prestisius seperti jawara dunia sudah pernah dirasakannya. Ambisi untuk titel itu pun membuat Buffon ingin bertahan lebih lama bersama ‘Si Nyonya Tua’.

Buffon ingin terus menjaga dirinya di level yang sekarang sampai 3 tahun kedepan. Ia mengakui bahwa hal tersebut sangat sulit tapi mungkin untuk dilakukan, setelah itu kemungkinan dia akan berhenti “menangkap bola”. sebelum hal itu terjadi Buffon ingin merasakan titel juara Champions terlebih dahulu.

Buffon baru saja menelan kekalahan di final Liga Champions bersama Juve. Mereka takluk 1-3 dari Barcelona di Olympiastadion, Minggu (7/6/2015). Juventus mengakui keperkasaan Barcelona pada laga tersebut.

Berbeda dengan Buffon, spekulasi tentang masa depan 2 pilar utama mereka musim ini yaitu Andrea Pirlo dan Carlos “Carlitos” Tevez mulai bergulir.
Usai pertandingan melawan Barcelona, Pirlo tampak menitikkan air mata. Beberapa pihak meyakini kalau itu bisa saja air mata perpisahan dari pemain Italia itu.

Direktur Umum Juve, Beppe Marotta, berharap itu bukan tangis perpisahan dari Pirlo. Dia juga mengonfirmasi Juve akan segera bicara dengan pemain-pemain yang menjadi bahan spekulasi.
Ketika yang bersangkutan di wawancarai, Pirlo membantah air mata tersebut adalah ucapan perpisahan dengan Juventus usai pertandingan final Liga Champions. Sebab dia menangis karena gagal juara, bukan pergi dari Juventus Stadium.
Karena ia merasa dengan usia nya seperti saat ini, kesempatan mencapai final Liga Champion sudah sangat sulit.

Sedangkan Tevez disinyalir musimnya bersama Juventus sudah berakhir. Dia akan kembali ke Argentina bermain untuk klub masa kecilnya, Boca Junior.

Conte Keluar Dari Italia,Bonucci Setia Kepada Juve

62a69786-be92-49ae-87f9-867eb1489ad2_43

Italia kini masih memiliki Antonio Conte hingga pertandingan Euro 2016 dimulai.Meski demikian, sang pelatih tidak menutup peluang untuk mengubah kembali langkahnya untuk tidak melatih Gli Azzuri lagi.Conte mungkin saja akan membawa Italia menjadi juara di piala Euro 2016 mendatang.

MAXBET melaporkan Conte sudah mengumumkan bahwa dia tak akan lagi menjadi pelatih Italia usai Piala Eropa 2016. Mantan allenatore Juventus itu memutuskan untuk tak memperpanjang kontraknya yang memang habis musim panas nanti.

Ingin kembali melatih klub menjadi alasan utama di balik keputusan Conte. Pria berusia 46 tahun itu mengaku sudah rindu dengan rutinitas melatih klub.

Soal keputusannya itu, Conte sudah merasa mantap. Bahkan jika Italia dibawanya menjadi juara Piala Eropa 2016 nanti, keputusan Conte untuk pergi tak akan berubah.

“Keputusan saya tidak tergantung hasil, positif atau negatif,” ujar Conte seperti dikutip dari Football Italia.

“Kami akan bermain besok, kemudian saya akan bebas selama dua bulan dan saya akan mendedikasikan diri saya kepada keluarga saya.”

“Mungkin akan ada momen penyesalan, tapi pilihan saya sudah final. Saya rindu lapangan,” katanya menegaskan.

Tetapi hal menarik datang dari sang pemain,bek andalan Juventus Leonardo Bonucci tak sejalan dengan sang pelatih.Bonucci sudah menaruh seluruh jiwanya untuk bersama Juventus.Dia tak akan bergabung di klub manapun yang akan di latih oleh Conte setelah Euro 2016.

Conte sudah memastikan diri akan meninggalkan posisi pelatih Gli Azzurri selepas Piala Eropa mendatang. Dia dikabarkan akan merapat ke Chelsea.

Chelsea memang sedang mencari manajer baru karena Guus Hiddink sudah bilang tak akan mau menerima tawaran menjadi manajer tetap klub London barat itu untuk musim depan. Hiddink bahkan sudah memberi saran agar Chelsea merekrut manajer yang lebih muda guna menangani tim.

Bonucci yang menjadi salah satu pemain kunci Juve semasa dilatih Conte, dispekulasikan akan menjadi pemain incaran pelatih berusia 46 tahun itu. Selain Bonucci, ada juga Paul Pogba yang disebut-sebut ada dalam daftar belanja Conte.

“Suatu hal yang paling saya ikuti dari dia adalah kopi. Saya tak tahu apa yang akan dilakukan oleh Bos, tapi saya sudah memperpanjang kontrak dengan Juventus (Sampai 2020) dan sejujurnya saya hanya berpikir mengenai Juventus,” tegas Bonucci seperti dilansir oleh Football Italia.

Bersama dengan Conte, Bonucci meraih prestasi yang oke. Juventus mereka bawa memenangi gelar juara Liga Italia tiga kali secara berurutan.

Ibra Diprediksikan Kembali Ke San Siro,Pogba Diragukan Bertahan Di Turin

201910_news

Striker milik Paris Saint Germain Zlatan Ibrahimovic diprediksikan akan kembali bermain di Serie A Italia,yaitu bersama AC Milan.Pasalnya Ibra diyakini lebih baik bermain bersama Rossoneri daripada bergabung dengan klub lain.

Pernyataan ini keluar dari mulut mantan direktur olahraga Milan, Ariedo Braida, menanggapi masa depan Ibrahimovic yang kontraknya bersama PSG bakal habis di akhir musim ini.

Sementara itu, tim dari English Premiere League juga tertarik mendatangkan striker asal Swedia ini dan akan memberikan imbalan yang cukup fantastis.Sebagaimana dilaporkan Agen Bola, Chelsea bakal menyiapkan kontrak berdurasi dua musim kepada Ibrahimovic dengan gaji £9,75 juta per tahunnya.

Artinya jika skenario itu terjadi, Chelsea memang mendapat Ibra secara gratis — mengingat kontraknya di PSG akan berakhir pada akhir musim ini – namun The Blues harus membayar gaji kepada sang penyerang senilai nyaris £20 juta dalam dua musim tersebut.

Bukan hanya Chelsea yang ingin mendapatkan tanda tangan Ibra , beberapa klub top di Eropa juga ingin menggunakan jasa Ibrahimovic, sebut saja,Manchester United, Manchester City, Arsenal, atau bahkan Milan atau Real Madrid?

Braida, yang kini menjabat sebagai direktur olahraga Barcelona, menilai Ibrahimovic memiliki kedekatan emosional dengan kota Milan sehingga ia memprediksi striker Swedia itu akan kembali berseragam Rossoneri, seperti yang pernah dilakoninya pada 2010-2012.

“Zlatan sangat bahagia di kota Milan. Menurut saya, dia sangat mungkin untuk kembali berseragam Milan,” ungkap Braida kepada Mediaset Premium, Sabtu (19/3).

Braida juga mendiskusikan masa depan Paul Pogba yang menurutnya layak bermain di klub yang lebih besar ketimbang Juventus.

“Dia adalah pemain yang sangat kuat yang akan pasti pergi ke tim yang lebih besar meski saat ini dia sudah berada di klub top. Jika dia ingin pergi dari Juventus, dia bisa datang kepada kami [Barcelona], Manchester City, atau PSG,” katanya.

Zlatan Ibrahimovic adalah jaminan kesuksesan. Sejak lepas bermain dari Malmo, gelar demi gelar terus dipersembahkan untuk setiap klub yang dibelanya.

Sampai sejauh ini, tim-tim yang beruntung itu antara lain Ajax Amsterdam, Juventus, Internazionale, Barcelona, Milan dan yang terakhir PSG.

Total gelarnya bersama klub yang pernah dibelanya adalah 28 trofi juara, di level domestik mau pun internasional. Dengan karir sebagai pemain profesional yang baru berjalan 17 tahun, itu sudah menjadi pencapaian yang luar biasa karena berarti setidaknya ada 1-2 gelar juara bisa diraih di setiap musimnya.

Bukti Ketajaman Si Nyonya Tua

Bianconerri

Si Nyonya Tua (Juventus) berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas AS Roma di Juventus Stadium, 25/1/2016. Paul Pogba menganggap hasil positif tersebut menjadi bukti bahwa La Vecchia Signora memiliki karakter kuat sebagai calon juara Liga Italia (Scudetto).

Meski sempat dibuat kehilangan akal untuk menembus pertahanan Roma, Juventus akhirnya bisa mencetak gol pada menit 77 melalui Paulo Dybala. Itu menjadi gol kedelapan yang dicetak mantan bintang Palermo tersebut dari 10 pertandingan terakhir.

Kemenangan atas Roma sekaligus memperpanjang tren kemenangan Juventus menjadi 11 pertandingan. Fidenzata d’Italia pun terus menempel sang capolista, Napoli, dengan keterpautan dua angka.

“Kami belum meraih apa pun. Perburuan titel juara Serie A belum berakhir. Kami harus terus bermain seperti ini yaitu dengan karakter yang kaya, tapi tetap memberikan respek kepada pihak lawan,” kata Pogba, seperti dikutip SBOBET, Senin (25/1/2016).

“Napoli sedang tampil sangat bagus, tapi kami harus memikirkan diri sendiri. Saya pikir, kami telah menunjukkan karakter yang kaya di laga melawan Roma. Kami telah lama menunggu hingga gol tercipta,” lanjutnya.

Sedangkan Giorgio Chellini menilai harapan AS Roma untuk meraih scudetto sudah kandas setelah kalah dari Juventus. Menurut catatav data situs sbobet ,Roma disebutnya butuh dewi fortuna untuk memenangkan Ajang terserbut

Akibat hasil tersebut, Roma tertahan di peringkat kelima klasemen dengan 35 poin. Giallorossi kini tertinggal 12 angka dari Napoli yang memimpin klasemen dan 10 angka dari Juve.

Chiellini menilai Roma masih ada dalam persaingan menuju scudetto apabila menang dari Juve kemarin. Tapi dengan kekalahan, peluang Roma untuk menjadi juara dinilai Chiellini sudah sangat tipis.

“Jika Roma mendapat hasil melawan kami, mereka masih punya peluang untuk kembali masuk ke persaingan, tapi sekarang dengan selisih 10 poin dari kami dan 12 poin dari Napoli, butuh keajaiban,” ujar Chiellini kepada Sky Italy seperti dikutip Soccerway.

Di papan atas, Juve yang punya 45 poin menempel Napoli dengan selisih hanya dua poin. Sementara itu, Fiorentina dan Inter Milan juga ikut meramaikan persaingan, cuma terpaut empat angka dari Bianconeri.

Chiellini mengakui kalau Napoli saat ini lebih kuat dari rival-rivalnya. Di sisi lain, bek internasional Italia itu juga mewaspadai ancaman Fiorentina dan Inter.

“Tim-tim lain sangat dekat, jadi apapun bisa terjadi. Jelas bahwa sekarang Napoli selangkah di depan, mereka di depan semuanya yang disebut favorit,” lanjut Chiellini.

“Tapi mencoret Inter dan Fiorentina sepertinya salah. Inter adalah tim hebat yang diisi pemain-pemain juara dan Fiorentina bisa mengalahkan siapapun dengan antusiasme yang mereka tunjukkan di awal musim, tapi sudah sedikit kehilangan itu. Jika mereka bisa menjaga semangat itu untuk waktu yang lama, mereka bisa menimbulkan masalah untuk siapa saja,” katanya.

Berikut Faktor Yang Terkait Atas Kekalahan Arsenal Lawan Chelsea

Arsenal VS Chelsea

Lagi lagi Meriam London tak mampu mengalahkan Chelsea pada pertandingan laga lanjutan Enligsh Preimer League.Chelsea kembali memberikan hadiah pahit kepada Arsenal pada pertandingan pekan ke 23 Premier League musim ini. Pada laga tandang ke Emirates Stadium malam tadi, Diego Costa dkk sukses membungkam tuan rumah Arsenal dengan skor akhir 1-0.

Kemenangan Chelsea ini sedikit banyak mengejutkan publik pecinta sepakbola, pasalnya Arsenal yang tengah berada dalam tren performa positif lebih diunggulkan untuk memenangkan laga ini ketimbang The Blues. Ada sejumlah pelajaran dalam laga Derby London ini yang bisa dipetik hikmahnya baik oleh Arsenal maupun Chelsea. Apa saja faktor tersebut menurut situs agen judi terpercaya makelarbola?  Berikut beberapa faktor terkait pertandingan Derby London yang dicatat oleh Agen Judi Online :

1.Tackle Keras Dari Mertesacker
Salah satu kejadian kunci yang mengubah jalannya pertandingan ini adalah kartu merah yang diterima Per Mertesacker pada menit 19. Menjadi pemain terakhir Arsenal pada serangan balik Chelsea, Mertesacker meluncurkan tekel yang ceroboh sehingga ia mendapat kartu merah.

Sebagai salah satu sosok senior di kubu The Gunners, seharusnya Mertesacker bisa lebih memperhitungkan tindakannya. Mertesacker sejatinya masih punya ruang yang cukup untuk menekan Costa, namun ia lebih memilih melancarkan tekel gegabah tersebut yang berbuntut pada kartu merah yang merugikan rekan-rekan setimnya.

2.Karakter Antagonis Diego Costa
Pada pertandingan Derby London, semua perhatian tertuju kepada Diego Costa. Ini dikarenakan pada pertemuan pertama kedua tim musim ini, Costa sempat membuat kontroversi saat ia memprovokasi pemain bertahan Arsenal, Gabriel sehingga sang pemain mendapat kartu merah.

Pada laga ini Costa kembali tampil sebagai sosok antagonis bagi kubu The Gunners. Ia sempat beberapa kali melakukan provokasi ke pemain bertahan Arsenal, sebelum ia kembali ambil peran dalam diusirnya Per Mertesacker pada menit ke 19.

Keantagonisan Costa semakin bertambah ketika ia mencetak satu-satunya gol pada pertandingan tersebut pada menit ke 22.

3.Kembalinya Serangan Arsenal
Akibat kartu merah yang diterima Mertesacker, Wenger mengambil tindakan cepat dengan mengganti Olivier Giroud dengan Gabriel Paulista untuk meredam serangan The Blues. Namun efek samping dari pergantian tersebut adalah menurunnya produktivitas serangan The Gunners.

Pada babak kedua Wenger melakukan sebuah pergantian yang tepat dengan menarik keluar Joel Campbell dan memasukan Alexis Sanchez. Masuknya Sanchez terbukti memberikan roh baru dalam serangan Arsenal, karena The Gunners menjadi lebih aktif menyerang.

Ia memang tidak melepaskan satupun tembakan ke arah gawang Courtois, namun pergerakannya kerap membuat para pemain bertahan The Blues keteteran.

4.Posisi Hazard Yang Diganti Dengan Willian
Musim lalu nama Eden Hazard menjadi sosok yang vital pada lini serang The Blues. Namun entah mengapa musim ini terjadi penurunan performa yang signifikan pada gelandang Timnas Belgia tersebut.

Namun beruntung bagi Chelsea, disaat performa Hazard menurun ada sosok Willian yang mampu mengisi kekosongan tersebut. Pada laga malan tadi, Willian tercatat melakukan 3 kali tembakan, membuat dua peluang, melancarkan 7 crossing, dan membuat dua umpan kunci pada laga kontra Arsenal tersebut.

5.Mantan Klub Yang Menjadi Pembeda
Diego Costa memang menjadi aktor utama pada laga ini, namun lampu sorot juga mengarah kepada sosok Petr Cech dan Cesc Fabregas. Maklum, Cech dulunya sempat memperkuat Chelsea selama 15 tahun dan Fabregas juga pernah memperkuat Arsenal.

Di kubu Chelsea, Diego Costa memang mencetak gol kemenangan, namun jika kita lihat pahlawan sebenarnya ada pada diri Fabregas. Dimainkan agak kedepan oleh Guus Hiddink, Fabregas sukses mendikte serangan The Blues, di mana ia kerap membuat pergerakan yang bagus serta mengirim umpan yang akurat.

Di kubu Arsenal, Petr Cech bisa dibilang menjadi penyelamat The Gunners dari kekalahan yang lebih memalukan. Kiper berdarah Republik Ceko tersebut melakukan empat penyelamatan penting sehingga gawang Arsenal hanya kebobolan satu gol saja pada laga itu.

Gara Gara Jual Beli Pemain Presiden Real Madrid Terancam Dipecat

Enzo

Tim kaya raya asal Spanyol Real Madrid saat ini sedang mengalami tekanan yang berat.Dimana El Real terjebak dalam kasus jual beli pemain di musim 2015-2016.Kemudian beberapa waktu silam Real Madrid juga menurunkan pemain yang dilarang bermain karena hukuman di ajan g Copa Del Rey.Tim yang bermarkas di Santiago Bernabeu tersebut kali ini masuk ke masalah serius yaitu kasus transfer pemain muda.

Kejadian tersebut membuat Madrid dilarang melakukan transaksi pemain pada jendela transfer musim panas 2016 dan jendela transfer musim dingin 2017. Hukuman tersebut membuat Madrid harus berjuang mati-matian untuk membeli pemain di sisa jendela transfer musim dingin ini.

Meski Madrid nantinya berhasil mendatangkan pemain kelas dunia pada jendela transfer musim ini, nampaknya hal tersebut tidak akan membawa Presiden Madrid, Florentino Perez lolos dari ancaman pemecatan.

Dirinya memang mendapat kecaman dari para fans Madrid. Tidak hanya itu, para fans Madrid dikabarkan akan memberika tekanan keras kepada Perez di pertandingan kontra Sporting Gijon yang akan dilakukan pada Minggu, 17 Januari 2016 ,Seperti yang diketahui oleh SBOBET Continue reading →

Manchester City menang 4-0 Atas Crystal Palace

Pertandingan Pada laga Manchester City melawan Crystal Palace di menangkan oleh Manchester City dengan skore yang sangat memuaskan.
Manchester City menang 4-0 saat menjamu Crystal Palace. Hasil itu membawa City naik ke puncak klasemen sementara Premier League.

Sementara info yang di dapat oleh agen judi online ,kemenangan Manchester city dengan skore 4 – 0 atas palace tidak di raih dengan mudah. apalagi laga itu berjarak amat dekat dengan laga mereka sebelumnya. Continue reading →

Bandar Judi Bola Sbobet Tertangkap Lagi

Polisi reskrim polda metrojaya meringkus 12 tersangka kasus judi bola online dari dalam dan luar negeri yang bernilai Rp 21 miliar. Bagaimana modus kasus judi bola tersebut tersebut?

bandar judi bola

Polda Metro Jaya Kombes Khrisna Murti membeberkan modus judi bola online dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Sabtu (1/9/2016).

Keduabelas anggota kerja dari bandar judi terlihat menundukkan kepala mereka saat para wartawan meliput berita tersebut .Perasaan menyesal timbul karena ulah kriminal mereka.

Salah seorang tersangka bernama andi alias AD menerima pemasangan judi bola dari para pemain dengan memanfaatkan fasilitas website sbobet . Tersangka mengirimkan atau mempertaruhkan hasil judi bola dari para pemain kepada bandar judi online luar negeri .

“Perhitungan kalah atau menang dihitung secara langsung antara pemain dengan tersangka AD,” kata dia.

Kemudian tersangka lainnya ZZ yang merupakan agen judi bola dan M yang merupakan karyawannya, memberikan rekening untuk menampung hasil judi online tersebut .

“Modusnya mereka memakai rekening tampungan dengan nama palsu dan KTP palsu,” kata Khrisna.

Menurut Khrisna, operasi ini tidak tentu. Ada yang beroperasi satu tahun atau bulanan. Sedangkan para penjudi umumnya hanya coba-coba untuk melakukan hal tersebut.

Polisi telah menyita barang bukti antara lain 4 unit token sebuah bank, 1 kalkulator, 4 unit flashdisk, 9 unit telepon dan ponsel, dan 3 laptop. Para tersangka telah ditangkap dan dihadirkan dalam jumpa pers.

“Dijerat pasal 303 ayat 1 dan 2 KUHP,” tutur Khrisna. Polda metro berniat menyapu bersih praktik judi bola online di tanah air. Polisi cyber crime sudah membentuk satuan khusus untuk itu .

Juventus : Harga Pogba Musim Depan Bukan 100 Juta Euro lagi

pogbajuventus

Juventus berhasil mempertahankan Paul Pogba pada musim panas tahun ini namun mereka menyadari bahwa klub-klub lain akan terus mengamati aksi Pogba. Saat ini Pogba bagaikan berlian yang siap-siap diangkut oleh orang kaya demi mengangkat prestasi tim. Direktur Juventus Giuseppe Marotta pun menegaskan bahwa 100 juta euro bisa jadi belum cukup untuk membawa Pogba keluar dari J Stadium musim depan.

Pada musim panas kali ini, Juventus sanggup berkata tidak pada tawaran 80 juta euro yang datang dari Barcelona. Padahal bila angka tersebut diterima, maka Pogba akan berstatus sebagai pemain termahal di musim panas ini.

Marotta pun menyadari bahwa godaan untuk melepas Pogba pun belum akan berhenti sampai di titik ini. Tawaran demi tawaran akan datang untuk menggoda Juventus. Klub kaya seperti PSG, Madrid , City akan datang dengan segumpal uang.

“Pasar yang ada saat ini terus berkembang. Di Liga Primer Inggris, harga yang dianggap normal saat ini pernah menjadi harga yang sensasional di masa lalu,” tutur Marotta merujuk pada sejumlah nilai transfer fenomenal yang dilakukan oleh klub-klub Inggris.

“Bila Pogba berhasil mempertahankan performanya seperti musim lalu, maka bisa jadi 100 juta euro pun belum cukup untuk menebusnya tahun depan,” katanya menambahkan.

Marotta memang secara terbuka mengakui bahwa sulit bagi dirinya dan Juventus untuk tetap menolak tawaran yang datang untuk Pogba bila nilai yang diajukan sangatlah fantastis.

“Menjaga komposisi tim juara adalah dengan melakukan sebuah perekrutan pemain – pemain besar sesuai kebutuhan tim dan mempertahankan pemain bintang . Namun ketika kamu dihadapkan pada sebuah tawaran lebih dari 100 juta euro, maka kamu akan goyah, karena tawaran itu sangat besar dan realistis,” tutur Marotta berterus terang.

Pogba saat ini diikat oleh Juventus dengan kontrak hingga tahun 2019 mendatang. Untuk musim ini sendiri, Pogba bakal menjalani tantangan yang tak mudah karena ia harus ditinggal sejumlah seniornya macam Andrea Pirlo, Carlos Tevez, dan Arturo Vidal apalagi saat ini Pogba sudah resmi bernomor punggung 10 Juventus.

Menentukan Wakil Negara di Liga Champions berdasarkan Koefisiensi

Championscup

Edisi Liga Champions tahun 2015/2016 ini Spanyol mencatatkan sebuah sejarah. Spanyol adalah negara pertama yang mampu mengirimkan lima perwakilannya.

Pada kenyataannya Spanyol hanya mendapat jatah empat wakil, tapi karena peraturan baru UEFA yang memberikan satu tiket Liga Champions kepada juara Liga Europa musim lalu, maka Spanyol mendapat jatah lima wakil. Kebetulan, juara Liga Europa musim lalu berasal dari tanah matador, yakni Sevilla.

Sedangkan tahun ini Italia hanya diwakili oleh dua tim di fase grup Liga Champions. Bagi negara yang punya sejarah panjang di Liga Champions, hal tersebut terbilang sebagai sebuah kerugian.

Dalam sejarah penyelenggaraan Liga Champions, dari yang dulu masih bernama European Cup atau Piala Champions, tim dari ranah Italia sudah menyumbangkan 12 gelar juara liga Champions. Jumlah tersebut hanya kalah dari tim-tim Spanyol yang mempersembahkan 15 gelar dan sama banyak dengan Inggris yang juga mempersembahkan 12 gelar.

Namun, pada musim ini, Italia hanya diwakili dua tim: Juventus dan AS Roma. Juventus punya beban ekspektasi tersendiri. Selain berstatus sebagai juara Serie A musim kemarin, tim besutan Massimiliano Allegri itu juga finalis Liga Champions musim lalu.

Satu klub Italia lainnya, yakni Lazio, gagal melaju ke fase grup. Rival sekota Roma itu tak bisa melewati hadangan Bayer Leverkusen, yang disebut oleh pelatih mereka, Stefano Pioli, jauh lebih berpengalaman.

Italia terbilang sial, lantaran mereka hanya dijatah tiga wakil oleh UEFA untuk Liga Champions. Makin tidak mengenakkan buat mereka, salah satu wakil masih harus berkutat di babak play-off lebih dulu. Bandingkan dengan Inggris, yang dijatah empat wakil oleh UEFA, sehingga sudah punya 3 wakil lebih dulu di fase grup.

Jatah perwakilan setiap negara mempunyai cara perhitungannya tersendiri. Semuanya dihitung oleh nilai koefisien negara-negara anggota UEFA berdasarkan performa tim-tim mereka di kompetisi antarklub eropa. Untuk musim 2015/2016, koefisiensi dihitung berdasarkan performa tim-tim sejak musim 2009/2010 hingga 2013/2014.

Untuk saat ini, Spanyol masih memimpin daftar peringkat koefisien Eropa dengan nilai 97.713. Mereka diikuti oleh Inggris di posisi kedua dan Jerman di posisi ketiga. Ketiga negara ini berhak mendapatkan jatah empat wakil.

Sementara Italia, yang memiliki nilai koefisien 66.938, berada di posisi keempat mendapatkan jatah tiga wakil. Jatah yang sama juga diberikan kepada Portugal (posisi kelima) dan Prancis (posisi keenam).

Negara-negara yang berada di posisi 7 hingga 15, yakni Rusia, Belanda, Ukraina, Belgia, Turki, Yunani, Swiss, Austria, dan Republik Ceko, mendapatkan jatah dua wakil. Sementara, sisanya mendapatkan jatah satu wakil.

Selain mengenal koefisiensi untuk negara, UEFA juga mengenal koefisiensi untuk klub-klub peserta Liga Champions. Ini digunakan untuk menentukan berada di pot mana klub tersebut sebelum undian dilakukan.

Untuk musim 2015/2016 ini, UEFA memberlakukan peraturan baru. Klub-klub yang berada di pot 1 adalah mereka yang menjadi juara di negara-negara yang termasuk 7 besar dalam peringkat koefisien UEFA (Spanyol, Inggris, Jerman, Italia, Portugal, Prancis, dan Rusia), plus juara Liga Champions musim sebelumnya.

Oleh karenanya, Chelsea, Bayern Munich, Juventus, Benfica, Paris Saint-Germain, dan Zenit St Petersburg masuk dalam pot tersebut. Barcelona masuk dalam pot tersebut dengan status juara Liga Champions musim lalu. Karena Barca juga berstatus juara Spanyol musim lalu, jatah tersebut tidak digunakan. Sebaliknya, jatah juara tersebut diberikan kepada juara dari negara posisi kedelapan dalam peringkat koefisien UEFA, yakni PSV Eindhoven dari Belanda.

Sementara, pot 2 akan diisi oleh tim-tim yang punya nilai koefisien bagus dalam kompetisi antarklub Eropa. Inilah yang menyebabkan tim seperti Manchester United dan Valencia –yang tak ikut serta di Liga Champions musim lalu– tetap bisa masuk di pot 2.

Sedangkan mereka yang ada di pot 3 dan 4 berasal dari tim-tim lainnya yang memiliki nilai koefisien yang lebih rendah dalam peringkat koefisien antarklub UEFA.

Usaha Milan Agar Kembali Menjadi Tim Kuat Eropa

ACMILAN BADGE

Perubahan Milan pada musim ini cukup mencolok, mulai dari Pelatih baru, investor baru, dan juga rencana tentang rencana pembangunan stadion baru. Nampaknya AC Milan akan segera mengakhiri masa – masa suram.

Milan sudah sewajarnya bergabung dengan AS Roma dan Napoli sebagai penantang utama Juventus. Klub kota Turin tersebut akan membidik gelar Serie-A kelima secara beruntun namun harus menghadapi kondisi kehilanganAndrea Pirlo dan juga Carlos Tevez.

Pelatih asal Serbia, Sinisa Mihajlovic, menjadi pelatih keempat Milan dalam 18 bulan terakhir ketika ia pindah dari Sampdoria ketika musim telah berakhir. Penunjukkan tersebut menandakan perubahan arah yang dilakukan Milan karena dua pelatih sebelumnya adalah eks pemain yang telah lama membela bersama Rossoneri yaitu Clarence Seedorf dan Filippo Inzaghi.

Mihajlovic sendiri tidak memiliki keterkaitan dengan Milan, namun punya pengalaman melatih di Catania, Fiorentina, Sampdoria, dan juga tim nasional Serbia.

“Milan selalu menjadi klub yang ditakuti dan saya ingin Milan yang seperti itu kembali. Saya ingin agar tim Milan saya menanamkan rasa takut ke tubuh klub-klub lain, seperti masa dulu ketika AC Milan begitu digdaya” kata Mihajlovic ketika dikenalkan sebagai pelatih.

Dalam masa – masa suram yang dilalui, Milan tampak kebingungan dan kehilangan arah. Mereka berjanji akan memberikan kesempatan bagi pemain muda akademi, namun di saat bersamaan mendatangkan para pemain yang telah melewati masa keemasan.

Akan tetapi musim ini tampak ada perubahan yang jelas ketika mereka mengeluarkan €78 juta untuk pemain depan seperti Carlos Bacca dan Luiz Adriano, serta gelandang Andrea Bertolacci dan pemain belakang dalam sosok Alessio Romagnoli.

Milan yang musim lalu menduduki peringkat ke-10, juga telah melenyapkan hambatan terakhir mereka untuk mendapatkan stadion baru yaitu memperoleh izin dari pemerintah kota.

Walau Demikian, jalan untuk mendekati Juventus sangat teramat panjang, yang selalu mendominasi Liga Italia semenjak mereka merampungkan pembangunan Stadion empat tahun lalu.

Tidak perlu pesimis, karena dengan usaha – usaha nyata yang dilakukan Milan pada musim ini, nampaknya tujuan Milan untuk kembali ke “klasemen” tim kuat Eropa akan segera terealisasikan.

Jika Napoli Juara, Hamsik Siap Gundul

during the UEFA Europa League Round Semi Final match between SSC Napoli and FC Dnipro Dnipropetrovsk on May 7, 2015 in Naples, Italy.

Kapten Napoli Marek Hamsik mengatakan akan ada enam atau tujuh tim kuat yang ikut dalam persaingan Scudetto musim ini. Jika Napoli bisa memenangkan persaingan itu dan merengkuh Scudetto, Hamsik siap memotong rambutnya sampai gundul.

Musim panas ini sejumlah tim Serie A saling memperkuat diri menyambut musim baru. Juventus masih menjadi favorit terkuat juara meski pilar – pilar pentingnya dimusim lalu telah hengkang ke klub lain. Sebab mereka juga mendatangkan para pemain berkualitas seperti Sami Khedira, Mario Mandzukic, dan Paulo Dybala.

Duo kota Milan, yakni Inter Milan dan AC Milan, juga berhasil merekrut pemain – pemain bertalenta. Inter mendapatkan Geoffrey Kondogbia, Joao Miranda, Martin Montoya, dan Stevan Jovetic. Sementara Milan merekrut Carlos Bacca, Luiz Adriano, dan Andrea Bertolacci, di bawah arahan pelatih baru, Sinisa Mihajlovic.

Runner-up musim lalu, AS Roma, juga mendapatkan sejumlah pemain berkualitas meski terbilang bergerak lambat. Sejauh ini ada nama Wojciech Szczesny dan Mohamed Salah yang sudah dikonfirmasi, sementara Edin Dzeko dalam proses penyelesaian transfer.

Napoli sendiri setelah menunjuk Maurizio Sarri sebagai pelatih juga mendatangkan sejumlah pemain anyar. Pepe Reina diboyong kembali, disusul pemain lainnya seperti Allan, Vlad Chiriches, dan Mirko Valdifiori.

Lima tim inilah yang diprediksi akan saling sikut memburu Scudetto. Sementara tim-tim lain seperti Lazio dan Fiorentina juga berpotensi masuk dalam persaingan.

Ketatnya persaingan musim depan bisa dilihat oleh Hamsik. Oleh karena itu jika dia berhasil membawa Napoli juara musim depan, rambut mohawk yang selama ini jadi ciri khasnya siap dipangkas alias digunduli.

“Scudetto? Itu akan jadi pertarungan sejumlah pihak. Napoli bisa bersaing dengan siapapun, saya rasa akan ada enam atau tujuh tim yang bisa ikut persaingan,” kata Hamsik kepada Radio Kiss Kiss.

“Jika kami meraih Scudetto, saya akan mencukur potongan mohawk saya. Tak diragukan lagi,” tandasnya seperti dilansir Football Italia.

Salah satu lini yang saat ini sedang berupaya diperbaiki Napoli adalah lini pertahanan. Musim lalu mereka kebobolan 54 gol sepanjang musim di liga, yang menempatkan mereka di urutan ke-12 soal pertahanan paling rapat.

“Pelatih memberikan banyak latihan di pertahanan setiap hari dan kami harus berkembang. Itu tidak cuma bergantung pada para bek, tapi seluruh tim,” ujar Hamsik.