MLS dan EPL Akan Gelar Turnamen Tahunan

icc

Major League Soccer, acara sepakbola profesional di Amerika Serikat, telah mengadakan pembicaraan dengan Liga Premier guna mengorganisir sebuah turnamen yang melibatkan sejumlah tim Amerika dan Inggris.

Di musimnya yang ke-20, MLS telah mengalami pertumbuhan popularitas selama beberapa musim terakhir karena keberhasilan tim nasional Amerika dan ditingkatkannya kesepakatan dengan berbagai TV termasuk Sbobet sebagai situs judi bola online terbesar di seluruh dunia.

Komisaris Don Garber percaya popularitas di sepak bola juga tumbuh di Amerika ketika tim-tim seperti Manchester United, Chelsea dan Liverpool menyeberangi Atlantik untuk melakukan tur pra-musim.

Selama dua tahun terakhir ketiga klub itu telah berpartisipasi di International Champions Cup, sebuah turnamen persahabatan tahunan yang disponsori oleh Bir Guinness, tetapi Garber berharap untuk membuat kompetisi itu lebih formal dan lebih kompetitif di mana ada sejumlah tim Inggris ikut bersaing.

“Kami telah berbicara ke Liga Premier perihal melakukan semacam kompetisi resmi bukan seperti saat ini di mana lawan hanya datang secara acak bermain di turnamen yang berlangsung setiap musim panas,” kata Garber.

Premier League mengatakan pembicaraan secara umum telah terjadi, tetapi format dari turnamen itu belum dibahas.

Mimpi Garber adalah untuk mengadu tim-tim papan atas di Amerika terhadap mitra asing mereka setiap musim panas.

“Saya akan senang untuk menemukan cara mempertemukan juara piala kami dan juara liga kami terhadap

Piala FA dan juara liga Inggris di sebuah turnamen dan bermain di New York City setiap tahun,” katanya.

“Jika tidak setiap tahun, maka setiap empat tahun-lah.”

“Konsep Super Cup melibatkan MLS, apakah itu satu dengan Meksiko atau satu dengan beberapa liga lainnya, akan hebat.”

“Dan bertahun-tahun yang lalu hal diselenggarakan sebelum MLS itu ada. Itu disebut Piala Toyota. Itu terjadi di seluruh dunia.”

Dia menambahkan: “Secara keseluruhan tidak ada keraguan bahwa ada peluang bagi MLS dan Liga Premier untuk bekerja sama lebih erat di kedua turnamen atau beberapa jenis aktivitas, tapi baru sebatas itulah.”

Dalam tahun-tahun mendatang, pemenang kompetisi besar lainnya dari seluruh Eropa bisa saja ikut serta dalam turnamen tersebut.

“Anda memiliki masalah kalender, tapi tidak ada alasan mengapa hal itu tidak bisa terjadi,” kata Garber.

Pengaruh Inggris di sepak bola Amerika bukanlah hal yang baru, tentu saja.

David Beckham mengubah profil MLS menjadi jauh lebih populer ketika ia menandatangani untuk Los Angeles Galaxy pada tahun 2007. Garber berharap popularitas liga meroket lagi ketika tim bentukan David Beckham di Miami mewujud.

Beckham telah menghabiskan lebih dari satu tahun mencoba untuk menemukan kandang untuk franchise-nya di Florida City. Setelah protes dari warga setempat, Beckham terpaksa membatalkan rencana untuk membangun stadion di pusat kota Miami dan malah memilih lokasi di sebelah stadion bisbol Miami Marlins.

Komisaris MLS berharap akan ada nama-nama yang lebih besar akan berbondong-bondong datang ke Amerika Serikat setelah tim Beckham berjalan.

“Saya percaya bahwa hal itulah yang David akan lakukan,” katanya.

“Itulah yang memotivasi dia untuk menjadi bagian dari kelompok kepemilikan MLS. Dia mengatakan pemain menelepon dia sepanjang waktu.”

Selama tur Amerika Manchester United baru-baru ini, Wayne Rooney mengatakan ia akan mempertimbangkan bermain di MLS menuju tahap terakhir dari karirnya.Tidak mengherankan, bahwa itu terdengar merdu untuk telinga Garber.

“Saya sangat senang mendengar itu,” katanya.

Juventus : Harga Pogba Musim Depan Bukan 100 Juta Euro lagi

pogbajuventus

Juventus berhasil mempertahankan Paul Pogba pada musim panas tahun ini namun mereka menyadari bahwa klub-klub lain akan terus mengamati aksi Pogba. Saat ini Pogba bagaikan berlian yang siap-siap diangkut oleh orang kaya demi mengangkat prestasi tim. Direktur Juventus Giuseppe Marotta pun menegaskan bahwa 100 juta euro bisa jadi belum cukup untuk membawa Pogba keluar dari J Stadium musim depan.

Pada musim panas kali ini, Juventus sanggup berkata tidak pada tawaran 80 juta euro yang datang dari Barcelona. Padahal bila angka tersebut diterima, maka Pogba akan berstatus sebagai pemain termahal di musim panas ini.

Marotta pun menyadari bahwa godaan untuk melepas Pogba pun belum akan berhenti sampai di titik ini. Tawaran demi tawaran akan datang untuk menggoda Juventus. Klub kaya seperti PSG, Madrid , City akan datang dengan segumpal uang.

“Pasar yang ada saat ini terus berkembang. Di Liga Primer Inggris, harga yang dianggap normal saat ini pernah menjadi harga yang sensasional di masa lalu,” tutur Marotta merujuk pada sejumlah nilai transfer fenomenal yang dilakukan oleh klub-klub Inggris.

“Bila Pogba berhasil mempertahankan performanya seperti musim lalu, maka bisa jadi 100 juta euro pun belum cukup untuk menebusnya tahun depan,” katanya menambahkan.

Marotta memang secara terbuka mengakui bahwa sulit bagi dirinya dan Juventus untuk tetap menolak tawaran yang datang untuk Pogba bila nilai yang diajukan sangatlah fantastis.

“Menjaga komposisi tim juara adalah dengan melakukan sebuah perekrutan pemain – pemain besar sesuai kebutuhan tim dan mempertahankan pemain bintang . Namun ketika kamu dihadapkan pada sebuah tawaran lebih dari 100 juta euro, maka kamu akan goyah, karena tawaran itu sangat besar dan realistis,” tutur Marotta berterus terang.

Pogba saat ini diikat oleh Juventus dengan kontrak hingga tahun 2019 mendatang. Untuk musim ini sendiri, Pogba bakal menjalani tantangan yang tak mudah karena ia harus ditinggal sejumlah seniornya macam Andrea Pirlo, Carlos Tevez, dan Arturo Vidal apalagi saat ini Pogba sudah resmi bernomor punggung 10 Juventus.