Kalah Dari Juventus, Gareth Bale Diklaim Main Tak Maksimal

gbaleisi

Bertandang ke Juventus Stadium , Madrid harus pulang dengan hasil tidak memuaskan. Dimana anak asuh Carlo Ancelotti harus menelan kekalahan dari Si Nyonya Tua.

Pemain termahal dunia “Gareth Bale” dinilai tampil buruk pada laga Juventus vs Real Madrid di Juventus Stadium, Rabu (6/5) dinihari WIB. Pemain asal Wales itu bahkan dianggap tidak berperan sama sekali pada pertandingan tersebut.

Bale duet bersama dengan Ronaldo, dijadikan tumpuan untuk menggempur lini pertahanan Juventus. Tanpa adanya penyerang murni, pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, menempatkan keduanya sebagai pemain depan Madrid, yang pada laga dinihari tadi tampak bermain dengan formasi 4-4-2.

Untuk mengisi lini tengah, Ancelotti menurunkan Isco di sayap kiri dan James Rodriguez di sayap kanan. Sementara, Toni Kroos dan Sergio Ramos diplot sebagai gelandang tengah.Posisi Sergio Ramos kembali diturunkan sebagai gelandang yang sebenarnya adalah pemain belakang.

Dengan formasi demikian, Madrid lebih banyak mengandalkan serangan dari pinggir lapangan. Tidak jarang, Bale bergerak ke sisi kiri (pada babak pertama) dan ke sisi kanan (pada babak kedua) untuk kemudian melepaskan umpan silang.

Sialnya buat Madrid, gaya main ini seakan mematikan Bale. Ditambah lagi, barisan pertahanan Juventus bermain rapat. Eks pemain Tottenham Hotspur itu memang beberapa kali sukses melepaskan umpan silang, namun jarang ada yang menemui rekan sendiri.

Minimnya kontribusi Bale terlihat pada catatan statistik. Selama 86 menit bermain, Bale hanya melepaskan satu tembakan, menyentuh bola sebanyak 32 kali, hanya melepaskan 18 operan, dan nol menciptakan peluang.

Tidak heran jika eks kapten Manchester United yang kini juga jadi komentator, Roy Keane, menilai Bale seperti menghilang.

“Anda tidak bisa menang dengan 10 pemain. Gareth Bale tidak memberikan apa-apa untuk Real Madrid malam ini,” ujar Keane kepada BBC.

Keane juga menilai, Bale kurang berani melakukan tusukan dari pinggir dengan dribel. Padahal, justru di situlah kemampuan aslinya terletak.

“Salah satu alasan dia didatangkan oleh Real Madrid adalah keberaniannya dalam menggiring bola melewati pemain. Sayangnya, tidak sekali pun dia melakukan itu malam ini,” kata Keane.

Bale akhirnya digantikan oleh Jese pada menit ke-86. Ancelotti sempat berusaha mengubah bentuk timnya dengan memasukkan Javier ‘Chicharito’ Hernandez –yang merupakan penyerang murni– pada menit ke-65.

Namun, hal itu tidak banyak membantu. Chicharito malah kerap terlihat bermain melebar ke sisi kiri dan Madrid pun tetap mengandalkan umpan-umpan silang untuk menciptakan peluang.

Madrid kalah 1-2 pada pertandingan tersebut. Juventus unggul lebih dulu lewat gol Alvaro Morata di menit kesembilan, sebelum Ronaldo menyamakan kedudukan untuk Madrid di menit ke-27.

Kemenangan Juventus ditentukan oleh penalti Carlos Tevez di menit ke-58. Penalti tersebut diberikan akibat pelanggaran yang dilakukan Dani Carvajal terhadap Tevez sendiri.