Wenger : Kebijakan Klub Yang Sukses Adalah Gabungan Kekuatan Finansial dan Akademi Klub

Wenger2

Arsene Wenger menegaskan bahwa Arsenal sudah menjadi klub yang “kaya raya”. arti dari ungkapan tersebut adalah Arsenal mempunyai kemampuan finansial untuk membeli pemain hebat yang pasti dibanderol dengan harga selanjit, jika pun Asenal menginginkannya.

Aktifitas ini sudah terlihat ketika Arsenal mulai membeli pemain mahal saat mendatangkan Mesut Ozil dari Real Madrid. Pada hari terakhir bursa transfer tahun 2013, Arsenal menyelesaikan transfer gelandang serang asal Jerman itu dengan harga yang diperkirakan mencapai 42 juta pound.

“Ozil memang layak di banderol dengan harga tinggi, itu terlihat dengan kualitas yang ditunjukkannya diatas lapangan walaupun sedikit cedera mengganggunya,” Ujar Wenger.

Wenger juga menegaskan bahwa Arsenal akan tetap konsisten berusaha mengorbitkan pemain muda didikan mereka meski sudah punya banyak uang.

“Kami ingin terus menggabungkan kekuatan finansial dengan kepercayaan terhadap filosofi dan kebijakan klub. Artinya, kami akan terus memberikan kesempatan kepada pemain muda serta membina pemain muda kami sesuai budaya sepakbola di sini. Pemain muda juga layak mendapat kesempatan walau harus sedikit bersabar. Selanjutnya, jika kami punya kesempatan membeli pemain hebat, kami secara finansial bisa melakukannya. Tapi itu (membeli pemain mahal) bukan dasar kebijakan kami,” terang Wenger kepada The Times.

Wenger juga ditanya mengenai Pensiun dari Arsenal, dengan santai ia menjawab bahwa dia sempat beberapa kali mempertimbangkan untuk pensiun dari sepakbola. Namun keinginan untuk pensiun itu hanya kepanikan sesaat saja.

Wenger sudah cukup senior di pentas kepelatihan,  saat ini usianya sudah menginjak 65 tahun. Namun demikian, Wenger masih banyak dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik dunia. Tapi pikiran untuk pensiun kerap muncul saat Wenger mengalami masa sulit bersama Arsenal.

Salah satu alasan Wenger masih betah bekerja sebagai pelatih adalah karena antusiasme dan komitmennya terhadap Arsenal. Ia juga masih sangat mencintai pekerjaannya hingga enggan pensiun.